Tampilkan postingan dengan label intel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2012

Baterai Notebook, Dipasang atau Dilepas?


Bila sedang memakai adaptor listrik, mana yang lebih baik, baterai notebook dilepas ataukah dipasang? Sering kali, bahkan berkali-kali pertanyaan ini dipertanyakan kepada saya. Sebelum saya memberikan tips, alangkah baiknya Anda mengetahui tentang baterai.

Saat ini sebagian besar notebook yang beredar menggunakan baterai lithium ion yang lebih ringan dibandingkan dengan NiCAD yang digunakan sebelumnya. Lithium ion yang sekang dipergunakan lebih mudah perawatannya karena Anda tidak perlu menunggu habis baru bisa melakukan recharge ulang untuk mengisinya lagi. Jadi, dalam keadaan belum habis pun tidak diharamkan untuk melakukan pengisian ulang. Akan tetapi, yang perlu diingat, baterai lithium ion tidak dapat disimpan dalam waktu lama tanpa dipakai sama sekali. Baterai ini akan rusak karena senyawa baterai akan mengering.

Lalu bagaimana baiknya? Saya akan mencoba memberikan tips yang mudah supaya baterai lebih lama masa pakainya. Anda tidak perlu takut baterai pada notebook akan rusak karena adaptor terus menerus terpasang. Adaptor yang diberikan pada paket penjualan akan memutuskan arus listrik bila baterai telah penuh. Jadi, Anda tidak perlu takut baterai akan over-charge.

Ada baiknya Anda biasakan dua atau tiga hari sekali menghabiskan daya baterai dengan cara menggunakan daya baterai saja saat digunakan dan bila warning low baterai muncul, Anda tinggal memasang adaptor kembali. Bila Anda seseorang yang sering menggunakan notebook di luar ruangan maka secara tidak sadar Anda melakukan ini berulang kali.

Hal ini persis sama dengan kebiasaan banyak pengguna handphone. Pada saat kosong atau Anda beristirahat malam lagi, Anda akan mengisi daya baterai. Satu hal yang perlu diingat, baterai juga mempunyai masa pakai, sehingga akan terjadi penurunan daya baterai sedikit demi sedikit seiring dengan berjalannya waktu.

Tips Merawat Baterai Notebook

1. Charge Me Up

Isi baterai notebook Anda selama 12 jam, saat pertama kali menggunakan notebook yang baru dibeli. Setelah itu, Anda dapat menggunakan notebook tersebut sampai baterai menunjukkan indikator di mana Anda harus melakukan charging lagi. Lakukan hal ini sampai 3 kali (isi penuh, kemudian kosongkan). Hal ini juga berlaku kepada baterai yang cukup lama disimpan untuk beberapa waktu. Bila Anda menemukan gejala baterai notebook harus di charge beberapa kali dalam sehari, segera ganti baterai tersebut dengan unit baru.

2. Maintenance Me

Simple tetapi jarang dilakukan. Hal ini yang sering kami temukan dalam keseharian di lingkungan manapun. Cobalah untuk paling tidak melakukan defragment storage notebook seminggu sekali karena dengan begitu notebook akan berkerja lebih mudah yang berimbas pada pemakaian daya yang lebih kecil. Bersihkan notebook dengan menggunakan blower angin pada casing bagian keluar dan masuk udara dari debu sehingga sirkulasi pembuangan panas yang dihasilkan dari hardware berjalan dengan lancar. Kontak metal pada baterai dan notebook dibersihkan dengan menggunakan lap yang diberi alkohol untuk menjaga arus listrik agar tetap stabil.

3. Keep me breathing

Udara segar merupakan sebuah keharusan ketika Anda menggunakan notebook. Hindari mengunakan notebook di tempat lunak seperti di pangkuan kaki, selimut, bantal, dan lain sebagainya. Penggunaan di tempat lunak akan membuat sirkulasi udara masuk terganggu. Tempat lunak akan membuat lekukan yang akan mengakibatkan hal tersebut. Bila Anda gemar menggunakan notebook di tempat tidur, usahakan menggunakan sesuatu yang keras sebagai alas untuk notebook tersebut. Saran kami, gunakan pendingin tambahan bila bekerja di meja karena akan menurunkan suhu notebook secara keseluruhan.

4. Don’t cook me

Penempatan notebook juga memberikan dampak pada baterai. Jangan menempatkan atau menyimpan notebook di tempat yang panas, seperti meninggalkan di dalam mobil yang terjemur terik matahari. Ada baiknya bila Anda membiarkan notebook tersebut pada suhu ruangan yang ideal untuk menghindari kerusakan fatal. Suhu ideal untuk sebuah baterai lithium ion ketika digunakan adalah di kisaran suhu 20 – 25 derajat Celcius.

5. Give me less to work on

Matikan semua aplikasi yang tidak digunakan seperti multitasking, penggunaan optical drive, speaker, melakukan download, menginstal aplikasi, dan lain sebagainya. Dengan begitu Anda dapat mengirit daya baterai lebih lama dan baterai juga terhindar dari keharusan memberikan daya yang besar pada notebook. Selain itu redupkan layar hingga 10 – 25 persen.

6. Setting me

Pada setiap notebook pastinya Anda akan menemukan aplikasi power management, Anda tinggal melakukan beberapa setting sesuai dengan kebutuhan Anda sehingga penggunaaan daya baterai pada luar ruangan akan semakin lama. Ada tiga setting power management yang ada di Windows, yaitu High Performance, Balance, dan Power Saver. Ketika Anda mencabut listrik dari notebook, biasanya notebook akan masuk ke mode tersebut. Fungsi hibernate juga sangat membantu sekali ketika Anda sama sekali tidak menggunakan notebook tersebut. Fungsi hibernate dapat menghidupkan notebook hanya dalam waktu 2 detik dan Anda dapat menemukannya pada kelas Ultrabook.

7. Don’t play doctor with me

Jangan pernah membongkar baterai lithium ion sendiri karena merasa dapat memperbaiki atau hanya sekadar ingin melihat isinya. Baterai lithium ion mengandung muatan listrik dan racun. Kemungkinan terburuk yang dapat terjadi adalah Anda salah membongkar dan terjadi arus listrik, baterai dapat meledak atau terbakar. Jangan pernah membuang baterai notebook bekas ke dalam api karena dapat meledak atau membuangnya ke air karena mengandung racun yang akan merugikan orang lain.

8. Replace Me

Ketika Anda harus melakukan charge baterai Anda beberapa kali dalam sehari, pastikan Anda menggantinya dengan yang baru. Direkomendasikan untuk menggunakan baterai yang memang diperuntukkan untuk notebook Anda. Jangan tunggu lagi, karena baterai notebook adalah nyawa kedua ketika Anda harus menggunakan notebook di luar ruangan atau jauh dari sumber listrik.

Sumber : Intel

Senin, 30 Januari 2012

7 Processor Terbaru Intel di Awal Tahun 2012

CPU yang dikeluarkan intel di awal tahun 2012 ini ternyata bukanlah sesuatu yang ditunggu banyak pihak. Namun bila diteliti lagi secara positif, hal ini cukup bisa memberikan pilihan baru terhadap CPU keluaran intel di tahun 2012 ini.

CPU yang dikeluarkan intel itu adalah sebagai berikut:
1. Celeron B815
CPU Dual Core – Two Threads dengan 1.6 GHz 2MB L3 Cache – Notebook Processor

2. Celeron B720
CPU Single Core – One Thread dengan 1.7 GHz 1MB L3 Cache – Notebook Processor

3. Celeron 867
CPU Dual Core – Two Threads dengan 1.3 GHz (Ultra Low Voltage) – Notebook Processor

4. Celeron 797
CPU Single Core – One Threads dengan 1.4 GHz (Ultra Low Voltage) – Notebook Processor

5. Core i5-2550K
CPU Quad Core – Four Threads dengan 3.4 GHz 6MB L3 Cache TDP 95 Watt – Desktop Processor

6. Core i5-2450P
CPU Quad Core – Four Threads dengan 3.2 GHz 6MB L3 Cache TDP 95 Watt – Desktop Processor

7. Core i5-2380P
CPU Quad Core – Four Threads dengan 3.1 GHz 6MB L3 Cache TDP 95 Watt – Desktop Processor
TEXT BERJALAN DELAY 0.3 DETIK