Rabu, 18 Juni 2014

Adat Pernilkahan Sumbawa

Selamat Siang para Netter,
Siang ini saya akan membahas tentang adat istiadat pernikahan orang sumbawa, berhubung saya sendiri juga berasal dari sumbawa. begitu banyak teman-teman saya yang bertanya bagaimana adat istiadat pernikahan orang sumbawa, mereka bertanya apakah sama adat istiadatnya orang jawa dengan sumbawa?
Kali ini saya akan membahas adat istiadat pernikahan dari orang sumbawa. Tanpa panjang lebar inilah dia istilah-istilah dalam pernikahan orang sumbawa.

Istilah pertama yaitu Bajajak, artinya pertemuan kedua belah pihak, baik pihak laki-laki maupun pihak perempuan. Maksud dari pertemuan ini adalah untuk mengetahui apakah Gadis tersebut sudah dilamar orang lain. Seandainya belum, maka pihak Laki-laki akan melamar perempuan itu.

Istilah kedua yaitu Tama Bakatoan, artinya pihak laki-laki datang menemui pihak perempuan dan akan membicarakan tentang pernikahan. dalam adat masyarakat sumbawa saat proses Bakatoan, pihak laki-laki datang ke rumah pihak perempuan dengan membawa Sito. Sito adalah bungkusan segi empat yang diisi dengan kain kebaya dan uang seikhlasnya, kemudia bungkusan itu diletakan di atas piring dan dibungkus kain putih. Sito ini digunakan sebagai lambang diterina atau tidaknya lamaran ersebut. Apabila Sito ini di terima maka lamaran diterima, tapi apabila Sito ini dikembalikan maka Lamaran tersebut tidak diterima.

istilah ketiga yaitu Saputes Leng, artinya keputusan akhir. Setelah lamaran diterima oleh pihak perempuan maka yang dilakukan selanjutnya yaitu Saputes Leng (keputusan Akhir. )Dalam proses ini kedua belah pihak membicarakan tentang berapa banyak barang – barang yang harus dipenuhi oleh pihak laki – laki, proses ini lebih pada mufakat. Dan banyaknya barang tersebut berdasarkan keputusan kedua belah pihak agar hajat pernikahan tercapai.

istilah keempat Bada' Pangantan. Bada’ artinya memberitahu dan pangantan artinya mempelai (mempelai perempuan). Secara istilah, bada’ pangantan artinya memberitahu mempelai perempuan bahwa ia akan segera dinikahkan. Biasanya yang melakukan bada’ pangantan adalah seorang Nyai yaitu istri dari tokoh masyarakat yang disegani. Contoh kalimat yang biasanya digunakan Nyai seperti berikut:
Man mo mu les tama Siti e, apa ku sabale sapara’ kau ke si Ahmad anak Nurdin
Siti, kamu jangan lagi sering keluar masuk (jalan-jalan), karena kamu akan saya letakkan serumah (nikahkan) dengan Nurdin anak dari Ahmad.
Setelah mendengar perkataan Nyai, biasanya mempelai perempuan akan menangis karena mengingat dirinya akan segera melepas masa lajangnya. Isak tangis calon mempelai perempuan akan diiringi dengan irama baguntung dan bagenang. Baguntung yaitu memukul-mukul rantok (alat tradisional Sumbawa untuk menumbuk padi) yang dilakukan oleh ibu-ibu. Bagenang artinya menabuh gendang dan gong yang biasa dilakukan bapak-bapak.

Istilah kelima Basamula artinya memulai. Basamula sama maknanya dengan peletakan batu pertama pada saat membangun sebuah bangunan. Dalam kultur pernikahan Sumbawa, basamula berarti memmulai hajatan pernikahan yang dimaksud. Basamula dilakukan dengan nuja rame (menumbuk pada dengan menggunakan rantok beramai-ramai). Karena menumbuk padi merupakan pekerjaan perempuan, maka nuja rame ini dilakukan oleh ibu-ibu. Selain nuja rame, membuat minyak dari 3 butir kelapa pun dilakukan sebagai tanda hajatan besar dan sakral dimulai.

Istilah keenam Nyorong artinya menyerahkan. Nyorong merupakan kegiatan sorong serah yang dilakukan pihak laki-laki dengan rombongan yang besar untuk membawa hantaran kepada pihak perempuan berupa barang-barang yang telah disepakati pada saat saputis leng. Kegiatan nyorong atau nyerah diiringi dengan ratib rebana ode dan begenang. Pada saat rombongan pihak laki-laki tiba, pihak perempuan dengan rombongannya pun menyambut rombongan yang tiba diawali dengan berbalas pantun antara kedua rombongan dan dilanjutkan dengan pemotongan pita. Pada saat itulah barang-barang bawaan dari pihak laki-laki diterima pihak perempuan.
Nyorong

Istilah ketujuh yaitu Satokal Ai' artinya mendudukkan. Dalam kultur penikahan sumbawa, satokal ai’ artinya menyiapkan air dan segala keperluan untuk memandikan kedua calon mempelai, alat-alat dan bahan yang biasa digunakan pada saat satokal ai’ adalah telku batu (kendi batu), tebu, payung, pisang matang, pisang muda, dan padi gutis. Setelah semua siap, kedua calon mempelai dimandikan di atas tutuk apit yaitu sebuah bagian dari alat untuk menenun. Bagenang akan mengiringi kegiatan satokal ai’ dan memandikan kedua mempelai.

Istilah kedelapan yaitu Bagenang artinya memukul. Bagenang adalah memukul gendang yang dikombinasikan dengan gong dan serunai (seruling) menjadi sebuah irama indah yang dalam bahasa sumbawa disebut Serama, Pakan Jaran, dll.
Begenang

Istilah kesembilan yaitu Barodak yaitu Luluran. Barodak merupakan bagian dari serangkaian adat pernikahan sumbawa dengan cara mengenakan lulur yang dalam bahasa sumbawa disebut seme’ atau odak. Seme’ atau odak dibuat dari ramuan kulit beberapa jenis pohon yang ditumbuk halus. Barodak biasanya dilakukan 3 hari sebelum akad nikah dilaksanakan. Namun sebelum acara barodak dimulai, kedua calon mempelai dimandikan dahulu oleh sesepuh yang disebut Ina Pangantan (ina artinya ibu, pangantan artinya kedua mempelai). Pada saat barodak dimulai, maka satu persatu ibu-ibu yang terpilih (7 orang) atau tokoh adat akan mengenakan lulur kepada kedua calon mempelai pada bagian muka dan lengan diiringi dengan adat bagenang yang terdiri dari gendang, gong, dan seruling. Selama proses barodak, kedua calon mempelai diajarkan segala hal yang berhubungan dengan persiapan menjadi suami istri, salah satunya menjaga makanan dan minuman. Acara barodak pun dilanjutkan dengan rapancar (mengenakan pewarna kuku) dan ditutup dengan peniupan lilin sebagai tanda wajah kedua calon mempelai akan berseri-seri di hari pernikahannya. Setelah seluruh rangkaian barodak usai, saat itulah badait dimulai yaitu menghilangkan bulu – bulu halus dari tubuh mempelai sebagai tanda mempelai akan mengakhiri masa lajangnya.
Barodak

Istilah kesepuluh yaitu Akad Nikah, seperti namanya, akad nikah merupakah upacara sakral dalam sebuah tradisi pernikahan. Di saat inilah ijab kabul dilakukan untuk meresmikan hubungan seorang laki-laki dan perempuan menjadi hubungan yang sah menurut agama dan hukum.
Akad Nikah

Istilah kesebelas yaitu Basai' artinya menyatu. Basai’ merupakan istilah dari resepsi. Basai’ dilakukan setelah akad nikah selesai pada hari itu juga atau pada esok harinya. Pada acara basai’ ini kedua mempelai menjadi raja dan ratu semalam. Basai’ dilakukan jika kedua belah pihak sepakat untuk mengadakannya. tetapi jika keadaan tidak memungkinkan seperti adanya kendala biaya dari pihak laki-laki, maka basai’ tidak dilaksanakan.
Basai'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan lupa tinggalkan komentarnya yaa.....

TEXT BERJALAN DELAY 0.3 DETIK